Fashion Item “Poncho”

Soft Casual bareng Poncho

Poncho salah satu item fashion yang bisa bikin penampilan terlihat unik dan simple. Karena item fashion yang satu ini nggak perlu mix match yang ribet buat dipakai.

Bentuknya yang simple, tanpa lengan dan elegan pas banget untuk dipakai di acara apapun. Mau hang out bareng temen, ngedate, atau ke acara-acara sekolah poncho bisa kamu pakai.

Kalau dilihat gayanya, sekilas kelihatan ala Mexican. Baju ini memang terinspirasi dari baju tradisional Mexico. Simple dengan motif etnik ala negara bagian tengah benua Amerika ini. Banyak perancang busana dunia yang juga selalu memadukan poncho dengan baju rancangannya.

Di tahun 2010 item fashion ini populer banget, bahkan sampai sekarang potongannya yang chic dan simple makin banyak digandrungi para fashionista.

Semakin berkembang motif, design dan juga bahannya semakin variatif. Dari awalnya yang cuma katun dan bahan silon, sekarang mulai merambah ke rajutan yang berbahan wool. Selain stylish dipakai, hangat juga kalau dipakai.

Populer di film-film telenovela, poncho ternyata jadi makin populer juga di Hollywood. Banyak selebriti yang tergila-gila dengan gaya yang satu ini. Kim Kardashian, Cameron Diaz atau Dakota Fanning mereka dikenal paling sering pakai item yang satu ini.

Bahkan musim gugur atau pun dingin di Eropa atau pun Amerika, item ini justru makin populer di panggung catwalk designer-designer dunia. Jadi item ini memang easy and catchy buat dimix match dengan gaya apa aja.

Poncho juga punya banyak macem, nggak cuma untuk penghangat seperti shawl atau scarf aja, tapi ada juga yang dress. Poncho dress punya gaya yang minimalis dan juga elegan. Pas banget buat diajak jalan atau ke acara-acara party sekolah.

Mix match poncho kamu…

Pengen jalan santai, kamu bisa mix poncho dengan skinny jeans. Simple dengan potongan poncho berumbai atau polos. Buat kamu yang easy going and tomboy, pakai sneakers juga oke. Atau bisa juga pakai boot biar gayamu keliatan asyik.

Pakai poncho dress buat kamu yang pengen keliatan girly di depan pacar atau gebetan. Bisa juga mix poncho dengan mini skirt. Potongan yang simple dan elegan bisa kamu padukan dengan aksesoris yang chic seperti gelang tumpuk atau etnik besar untuk mempermanis gaya kamu.

Pakai juga sepatu hak tinggi atau platform untuk mempertegas postur tubuh kamu. Kalau bisa jangan pakai flat shoes ya, potongan poncho yang memenuhi tubuh bagian atas harus diimbangi dengan sepatu yang berhak tinggi biar nggak membuat kesan gemuk di badan kamu.

Poncho juga bisa kamu padukan dengan legging. Nah, pas banget ney buat kamu yang pengen look girly tapi sedikit sporty. Legging yang kamu pakai juga fleksibel banget buat di mix dengan sepatu platform atau high heals. Kalau mau sedikit formal, skiletto juga cocok, tuh. *by me Holly*

SENI PERTUNJUKAN “Musik Jazz”

Trio Cedric ramaikan Padepokan Bagong

Jazz dan gamelan berkolaborasi

JOGJA: Musisi jazz asal Prancis, Cedric Hanriot, tampil memukau Rabu (4/5) malam menghibur para penikmat jazz. Trio yang dikordinasi oleh Cedric Hanriot di piano, Bertrand Beruard di di kontra bass dan Jean Baptiste Pinet pada drum mengesankan masyarakat Jogja di Padepokan Seni Bagong.

Sejumlah musisi lokal juga tampil memukau, dipandu Bernard, kompilasi musik gamelan dan gendang tampak khas. Kemasan etnik berbaur dengan piano, organ, bass serta ketukan musik dari botol kaca membuat kagum para penonton yang hadir.Seluruh lagu dalam sampul album mereka, French Stories, disajikan begitu apik dan dinamis dengan sentuhan jazz kontemporer yang menjadi ciri khas mereka.

Cedric Hanriot saat tampil Rabu (4/5) malam lalu di Padepokan Seni Bagong.

French Stories terinspirasi dari lagu-lagu lama yang populer di Prancis. Lagu-lagu ini diaransemen kembali dengan sentuhan jazz yang lebih kontemporer,” ungkap Cedric saat jumpa pers Minggu (1/5) lalu.

Lagu-lagu lama karya sejumlah musisi Prancis seperti Jacques Brel, Serge Gainsbourg, Edith Piaf dimainkan kembali dengan menampilkan sentuhan-sentuhan jazz yang lebih heterogen dan sangat kontemporer. Terdengar unik saat jazz yang mereka mainkan dipadu dengan aksen-aksen afro beat, hip hop dan elektro.

Menurut Cedric yang juga seorang komposer ini, lagu-lagu lama tersebut dipilihnya karena sangat populer di Prancis. Dibalut dalam sebuah album French Stories, lagu-lagu tersebut berhasil menciptakan chemistry antara komposisi orisional dengan soul yang ada dalam lagu-lagu lama tersebut.

“Album tersebut dibuat lima sampai enam tahun yang lalu di Amerika Serikat,” ungkap Cedric.

Sebelumnya musisi berkaca mata ini mempelajari musik secara otodidak. “Saya terinspirasi oleh musik-musik yang saya dengar saat masih kecil, orang tua saya lah yang mengenalkan musik-musik itu pada saya,” jelasnya.

Kecintaannya dengan musik beraliran jazz ini akhirnya membuat Cedric ingin terus menekuninya. Hingga akhirnya tahun 2007, dia pergi ke Boston dan mempelajari musik ini secara mendalam.

Dalam kesempatannya konser di beberapa kota di Indonesia, trio ini juga tidak melewatkan kesempatan untuk mempelajari musik dan budaya lokal di setiap kota yang disinggahinya. Seperti sebelum pentas di Jogja, trio ini pentas di Bali dan juga belajar beberapa alat musik tradisional pulau dewata ini.

Pentas malam itu pun selain menampilkan beberapa karya, sejumlah musisi lokal juga turut tampil berkolaborasi dengan apik di panggung. Mengakhiri konser tersebut, penonton yang sudah memenuhi pendopo pun semakin terhibur dengan kolaborasi unik yang mereka tampilkan. (holy)

SENI PERTUNJUKAN “Musik Unik”

Kolaborasi Musik Kandang Jaran


JOGJA: Sebuah kolaborasi musik cipta suara tercipta dari dua musisi asal Australia dan Indonesia, bertempat di kandang kuda milik Ugo Untoro, Jumat (4/3) lalu. Kolaborasi antara musisi Andrew McLellan dan Wukir Suryadi dibuat dalam sebuah dokumentasi unik.

Stable: Andrew McLellan dan Wukir Suryadi saat recording dan pengambilan gambar di kandang kuda milik Ugo Untoro, Jumat (4/3).

Dokumentasi musik cipta suara tersebut diberi judul Stable. Sebuah film pendek yang mengambil tempat di sebuah Kandang Kuda di pinggiran kota Yogyakarta. Di mana letak kandang kuda ini berada di sekitar area persawahan di Bantul.

Persepsi orang tentang suatu pertunjukan musik, pastilah berada di tempat-tempat umum, studio maupun tanah lapang yang luas. Namun, tidak demikian bagi dua musisi ini. Pengambilan gambar, suara dan suasana memang difokuskan di tempat ini. “Suara kuda juga menjadi bagian penting dalam unsur musik ini,” papar Andrew kepada Harian Jogja.

Andrew McLellan merupakan musisi experimental sonic asal Brisbane, Australia, yang menciptakan penampilan secara live dan mengkomposisikannya dengan instrumen musik kreasinya sendiri.

Andrew McLellan

Penampilan Andrew di kota ini adalah dalam rangka untuk melakukan program residensi bersama organisasi Performance Club.

Alat musik yang digunakan Andrew dalam membuat sebuah cipta suara sangat sederhana. Dia memanfaatkan barang-barang bekas yang dibeli dan dikumpulkannya bersama Wukir yang didapatnya dari seluruh pasar yang ada di Yogyakarta.

Sebuah besi dan per (pegas) yang dikombinasikan dengan keramik, saat dimainkan Andrew dengan cara dipukul pada sisi-sisi pinggir besi memunculkan suara instrument yang unik dan menarik. Suara kombinasi logam milik Andrew semakin hidup dengan kolaborasi suara musik bambu milik Wukir Suryadi.

Wukir Suryadi

Seniman yang lahir di Malang, Jawa Timur ini sudah dikenal sebagai musisi yang menciptakan suara-suara instrumental dari bambu. Wukir memiliki komposisi musik instrumental yang kental akan unsur etnik, suara bambu tersebut menghasilkan suara yang unik dari tradisi kontemporer Jawa kuno.

Genre musik yang dihasilkan dari kolaborasi mereka ini bukanlah menjadi hal yang utama. Instrument musik yang mereka hasilkan mengalir begitu saja. “Genre musik bukan menjadi point utama dalam musik kami, semua bunyi yang dihasilkan dari benda-benda yang ada di sekeliling kami, adalah suara yang penting dalam instrumental musik kami,” ungkap Andrew.

Bagi kedua musisi ini yang terpenting tentunya bunyi-bunyi dan suara-suara yang dapat mengahasilkan musik instrumental yang unik dan menarik. (holy)

ACADEMY AWARD 2011

Best Visual Effect for “Inception”

Ajang penghargaan bergengsi di dunia, Academy Award ke 83, yang digelar di Kodak Theatre, Los Angeles, Minggu (27/2) lalu, menjadi perhelatan film yang paling ketat tahun ini. The King’s Speech dan Inception merupakan dua film yang saling beradu ketat dalam perhelatan bergengsi ini. Kedua film ini sama-sama meraih empat penghargaan, meski hampir semua nominasi didominasi oleh film The King’s Speech besutan sutradara Tom Hooper.

Inception merupakan film imajinatif yang banyak menampilkan efek-efek digital menjadikan film ini sukses meraih empat kategori. Film yang menceritakan perjalanan mimpi Dom Cobb, yang diperankan Leonardo DiCaprio ini, memang pantas meraih kategori Best Visual Effect.

Dengan kekuatan visual yang ditonjolkan, film ini mengajak penontonnya secara tidak langsung menuju perjalanan mimpi Cobb yang diatur oleh dirinya sendiri. Cobb sendiri adalah seorang Ekstraktor, pencuri ide melalui dunia mimpi, yang gagal melakukan pekerjaannya untuk mencuri ide-ide dari seorang pengusaha bernama Saito yang diperankan oleh Ken Watanabe.

Saito justru berbalik mempekerjakan Cobb untuk melakukan pekerjan yang berlawanan dengan pekerjaan Cobb selama ini, yaitu menanamkan sebuah ide dalam kepala seseorang melalui mimpi. Targetnya adalah Robert Fischer yang diperankan oleh Cillian Murphy dan tujuan dari misi itu adalah agar Robert begitu berhasrat untuk menutup perusahaan ayahnya.

Adegan-adegan yang diciptakan oleh sang sutradara, Christopher Nolan, seakan mengarahkan penonton untuk hanyut dalam film garapannya. Modifikasi adegan-adegan yang diciptakan dapat membuat penonton terbius dengan visualisasi gambar yang imajinatif.

Selain menampilkan adegan visual yang canggih, film ini juga dilengkapi dengan audio effect yang membuat setiap adegan menjadi lebih mencekam dan dramatis. Maka tidak heran bila selain meraih Best Visual Effect, film ini juga berhasil meraih penghargaan sebagai Best Sound Mixing, Best Sound Editing dan Best Cinematography. Dalam Academy Award, Inception dapat menjadi film dengan efek visual terbaik diantara Alice in Wonderland, Harry Potter and the Deathly Hallows Part 1, Iron Man 2 dan Hereafter. (holy)

 

SENI BUDAYA “Wayang”

Pentas Wayang William

Turis Asing, Tersihir Wayang Mbah Ledjar

JOGJA : Pertunjukkan wayang William van Oranje di pendopo Gedung Karta Pustaka Rabu (2/3) malam mengundang decak kagum penonton yang hadir kala itu. Sejumlah turis asing pun ikut terpesona dengan kelihaian dalang muda Ananto Wicaksono, dalam memainkan wayang buatan kakeknya, Ki Ledjar Soebroto.

Wayang William: Mbah Ledjar menunjukkan wayang buatannya saat konferensi pers di pendopo Karta Pustaka Selasa (1/3) lalu.

 

Wayang William yang ditampilkan malam itu juga dibuat dalam bentuk film animasi dengan pengantar bahasa Inggris. Film merupakan buatan Ananta dan diputar sebelum pagelaran wayang dimulai. Para turis yang umumnya berasal dari Belanda, tempat asal lakon dalam wayang William, sangat terpukau dengan atraksi wayang yang dimainkan.

Pertunjukkan tersebut tidak hanya diiring instrument-instrument lagu dan gamelan jawa saja, tetapi juga dikolaborasikan dengan musikalitas di beberapa adegannya. Meski ditampilkan dalam bahasa Indonesia, antusiasisme beberapa penonton warga asing tetaplah tinggi.

Melihat sejarah seorang Bapak Bangsa Belanda dibuat dalam sebuah pertunjukkan wayang, membuat mereka terpesona dan enggan beranjak dan memalingkan wajah mereka dari pertunjukkan.

Seperti Mada van Gaans, seorang desainer dari Belanda ini sangat kagum dengan wayang-wayang buatan Mbah Ledjar yang dimainkan cucunya malam itu. “Very impressive,it’s unique and funny” ungkap perempuan berambut pirang pendek itu kepada Harian Jogja disela-sela pertunjukkan Wayang William van Oranje Rabu (2/3). Mada mengaku, meski lupa dengan sejarah tentang William van Oranje, namun dirinya sangat bangga bisa melihat seorang tokoh dari negaranya diceritakan dalam bentuk wayang.

Tidak hanya Mada saja yang kagum dengan wayang-wayang karya Mbah Ledjar itu, seorang dosen Belanda yang sedang mengajar di Universitas Gadjah Mada, Maartje van Eerd, juga mengaku sangat kagum dengan pertunjukan wayang William malam itu. Dirinya juga akan menyempatkan pulang ke Belanda minggu depan, demi menonton pertunjukan Ki Ledjar bersama wayang William nya di Pasar Malam Tong-Tong dengan mengajak anak-anak dan keluarganya.

Wayang William tidak hanya dipertunjukkan di Indonesia saja, pada 12 Maret mendatang, bersama dengan Hedi Hinzler, Mbah Ledjar akan memamerkan karyanya di Belanda. Selain di Belanda, dalam jangka waktu 3 bulan ke depan, Mbah Ledjar juga akan memainkan wayang William van Oranje di Jerman dan Perancis.(holy)

Koran & Remaja

“Baca Koran, Remaja Minim Minat

Koran sebagai media massa cetak dewasa ini hanya diminati oleh kalangan elit dan masyarakat usia matang. Hal ini tentu tidak lepas dari budaya membaca yang seharusnya ada dalam diri setiap orang. Koran atau surat kabar hanya sebentuk media dari kertas yang fungsinya hanya dipahami oleh masyarakat terbatas. Peminatnya juga banyak dari usia dewasa seperti orang tua maupun dari kalangan-kalangan elit.

Pada perkembangannya koran merupakan media massa tertua yang lahir di jaman Perang Dunia. Sejarah penemuan mesin cetak oleh Johanes Guttenberg telah melahirkan Koran sebagai media massa yang paling potensial di jamannya. Namun, seiring perkembangan jaman, dengan munculnya beragam media massa yang lebih praktis dan instan seperti radio dan televisi, membuat koran sedikit demi sedikit mulai ditinggalkan.

Kesibukan dan perubahan jaman membuat manusia membutuhkan informasi yang cepat dan mudah dicerna. Sedangkan surat kabar atau koran, merupakan media yang memerlukan perhatian khusus dalam pemahamannya. Apalagi, kalangan anak muda merupakan segmen yang terkadang sulit untuk memahami bahasa tulisan pada sebuah surat kabar.

“Bahasa koran itu sulit buat dipahami. Lebih enak nonton berita TV, ada gambarnya, jelas dan nggak perlu baca,” ujar Ria, mahasiswi Universitas Sanata Dharma, saat ditemui di pusat perbelanjaan Malioboro, Sabtu (19/2).

Ria menganggap bahwa surat kabar bahasa yang digunakan cenderung untuk kalangan elit. Tulisan yang panjang lebar membuat Ria terkadang tidak dapat menangkap maksud berita yang ditulis.

Anak muda terkesan malas untuk membaca kalimat-kalimat yang panjang dan rumit. Bagi Kartika, berita dengan gambar seperti yang disajikan oleh media televise, jauh lebih menarik. Kekuatan media elektronik seperti televise, terletak pada audio dan visual berita. Secara audio, audiens tidak perlu membaca berita yang dimaksud, sudah ada narator yang membacakan isi berita. Sedangkan secara visual, audiens secara tidak langsung diajak untuk mengamati peristiwa yang terjadi.

“Kalau pun baca koran, kalau dari cover sudah menarik, ya, jadi tertarik untuk membaca isi dalamnya. Tapi kalau dari depan sudah nggak menarik, ya, nggak dibaca,” ujar siswi kelas 1 ini.

Pemahaman koran dari segi bahasa dan tulisan bagi anak muda masih jauh dari konteks yang mereka inginkan. Kebanyakan dari mereka lebih menyukai media cetak dengan tampilan full color warna dan gambar, seperti majalah dan tabloid.

“Mungkin kalau tampilannya kayak majalah, mau baca sih,” tambah Kartika.

Bahasa dan gaya penulisan yang terlalu kritis dirasa oleh sebagian anak muda kurang menarik. Penggunaan istilah-istilah kritis dalam setiap penulisan membuat mereka cenderung bosan saat membaca berita di koran.

Umumnya, mereka lebih tertari dengan berita-berita kriminal. Berita-berita kriminal sarat dengan nilai-nilai human interest, sehingga membuat mereka tertarik untuk membaca berita-berita sosial, apalagi pemuatan foto dimungkinkan juga menjadi daya tarik bagi si pembaca.

“Kalau membaca koran, saya lebih suka baca berita-berita kriminal. Menarik dan aneh aja. Kadang juga membuat iba pas baca,” ujar Eny, siswi SMA Stella Duce.

Nilai-nilai berita yang menarik bagi pembaca anak muda biasanya tidak jauh dari tampilan luar sebuah koran. Tulisan mencolok yang biasa menjadi Headline, gambar yang menarik, serta bahasa yang ringan, merupakan unsur-unsur berita yang banyak diminati oleh pembaca dari anak muda.

Namun, budaya membaca juga menjadi faktor penentu bagaimana seseorang tertarik dengan koran. Budaya baca masyarakat yang dinilai rendah, menjadi salah satu dampak rendahnya minat baca terhadap koran. Koran tidak hanya menjadi media penyampaian informasi semata. Sebagai salah satu media massa, koran juga memiliki fungsi yang sama dengan media massa lain, yaitu menginformasikan, menghibur dan mendidik.

“Coba tulisan koran itu dibuat agak sedikit ringan, tidak terlalu kritis, foto-fotonya juga menarik, pasti seusia saya akan tertarik untuk membacanya.” Kata Eny.

Tampilan koran yang menarik, bahasa dan penulisan yang ringan menjadi keinginan dari setiap anak muda, khususnya di Yogyakarta, yang notabene nya sebagai kota Pelajar. Menghilangkan kesan bahwa koran adalah media informasi untuk para orang tua juga sedikit demi sedikit diubah. Pandangan anak muda masih terbatas pada penyajian tulisan berita yang cenderung monoton, kritis dan klasik membuat mereka tidak tertarik untuk membaca koran. (holly)

Anarkhisme Ormas

“Anak Muda Kecam Aksi Anarkhis Ormas”

JOGJA – Kekerasan yang mengatasnamakan agama yang terjadi di Indonesia belum lama ini, mengundang beragam komentar dari anak-anak muda Yogyakarta. Mulai dari tindakan anarkisme sejumlah organisasi masyarakat (ORMAS) hingga kerusuhan massa dan penyerangan yang akhir-akhir ramai menjadi pemberitaan di berbagai media nasional. Insiden kerusuhan yang terjadi di Banten, Temanggung dan Pasuruan telah mengundang reaksi yang beragam dari anak-anak muda.

“Kerusuhan seperti itu seharusnya tidak perlu terjadi, masih ada jalan lain untuk meluruskan pendapat. Misalnya dengan diskusi atau pun musyawarah,” ujar Diska siswi kelas 1 SMK, saat ditemui Harian Jogja di kawasan pertokoan Malioboro, Sabtu (19/2).

Insiden penyerangan Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten, telah mengundang reaksi dari beragam lapisan masyarakat. Penyerangan yang dilakukan sejumlah Ormas Islam secara membabi buta membuat sebagian besar masyarakat kesal dan kecewa. Tindakan demikian dianggap telah menodai nuansa kebhinekaan yang dimiliki Indonesia dalam Pancasila.

“Yang terjadi dengan Ahmadiyah kemarin membuat saya ngeri. Jadi takut kalau mau ke mana-mana, apalagi orang-orang yang melakukan penyerangan sampai membunuh beberapa orang jemaah,” kata Giyang, siswi Kelas XII SMA Stella Duce I.

Menurut Giyang, akibat kerusuhan anarkhis tersebut tidak hanya menimbulkan ketidak nyamanan tetapi juga mengganggu intergritas bangsa. Giyang juga menambahkan apabila wacana dari pemerintah tentang pembubaran Ormas Anarkhis benar-benar dilakukan, tentunya hal tersebut akan disambut baik oleh seluruh masyarakat Indonesia.

“Kalau Ormas yang anarkhis dibubarkan, itu bagus. Kerusuhan berbau SARA apalagi agama mungkin tidak akan terjadi. Kalau pun Presiden diancam digulingkan dengan aksi besar-besar, beliau tidak perlu takut,” tambah Giyang.

Hal senada terkait dengan usulan pembubaran Ormas Anarkhis, juga turut disampaikan  Reta, 22, mahasiswi Sanata Dharma Yogyakarta. “Kerusuhan yang terjadi kemarin, saya rasa itu karena Ormas-ormas yang terlalu menggembar-gemborkan masalah. Ormas-ormas ini cenderung main hakim sendiri dan bertindak dengan aksi-aksi tidak patut untuk diteladani.”

Mahasiswi asal Kalimantan ini setuju apabila pemerintah berencana untuk membubarkan ormas-ormas anarkhis. Kekerasan yang dilakukan ormas-ormas ini tidak hanya merugikan masyarakat saja tetapi juga merugikan negara. “Tidak hanya menimbulkan korban jiwa saja, pastinya berbagai fasilitas umum juga rusak akibat aksi-aksi mereka,” sambungnya. (holly)

Hujan Abu MERAPI

ABU PUTIH SELIMUTI JOGJA

“Masker Mulai Diburu

pic: from google.com

JOGJA - Abu vulkanik tutupi kota Jogja Sabtu (30/10) pagi. Sebagian besar rumah dan badan jalan tertutup abu putih. Di kawasan jalan Pandega Sakti, badan jalan dan rumah warga tertutup abu putih setebal kurang lebih 1 cm. Sedangkan di kawsan jalan Kaliurang km 6 dan perempatan lampu merah ring road juga tertutup abu.

Jarak pandang akibat abu vulkanik ini hanya sekitar 2 hingga 3 meter. Sehingga para pengendara baik sepeda motor maupun mobil diminta untuk menyalakan lampu kendaraan mereka. Abu vulkanik semakin tebal menuju jalan Kaliurang km 10 ke atas, ketebalannya dapat mencapai 2 hingga 3 cm bahkan mungkin bisa lebih.

Pantauan di pos pengungsian Kantor Kecamatan Pakem, belum ada aktivitas yang nampak di pos ini, hanya aktivas para petugas TNI AD dari Yonif 403 yang nampak tengah mendirikan tenda-tenda darurat. Warga yang mengungsi di posko ini, tidak banyak dan mereka umumnya berasal dari desa-desa terdekat dan mereka sementara ditempatkan di pendopo pertemuan.Sedangkan di posko pengungsian di Hargobinangun tepatnya di SMP 2 Pakem, pengungsi cukup ramai. Namun, tidak nampak aktivitas warga di sini, karena sebagian warga ada yang kembali ke rumah. Keramaian posko hanya nampak dari aktivitas para relawan dari organisasi kemanusiaan, petugas-petugas dari kepolisian dan TNI AD serta para pemburu berita dari berbagai media massa lokal dan nasional.

Pasar Pakem yang merupakan centra pasar yang ada di kawasan Kaliurang ini juga nampak sepi dari pedagang. Tidak lebih dari 10 pedagang yang tetap berjualan meski abu tebal menutupi kawasan tersebut. Para pedangan tersebut hanya berjualan di luar apasar atau serambi luar pasar, sedangkan di dalam pasar sebagian besar kios tutup dan tidak nampak aktivitas jual beli di tempat ini.

Para pedagang ini mengaku tidak takut dan kuatir dengan adanya hujan abu vulkanik yang menerjang Jogja usai letusan Merapi pada dini hari tadi. “Kalau meletusnya tidak sampai ke Magelang saya nggak kuatir,” ungkap seorang pedagang tahu di pasar tersebut. Sedangkan mbak Grantini juga mengaku pasrah saja pada kuasa illahi dan tetap berjualan sayur. “Buat apa takut, pasrah saja. Kalau mau mati sekarang juga ndak apa-apa,” ujar pedagang sayur asal Muntilan ini.

Sementara beberapa apotek di kawasan jalan Kaliurang km 7 ke bawah, ramai diserbu masyarakat. Para petugas apotek cukup kewalahan untuk melayani pembeli yang hampir semuanya meminta masker. Di apotek K24 misalnya, sejumlah orang dari pagi hingga siang ini menyerbu masker di apotek ini. Masker menjadi kebutuhan mendesak tidak hanya bagi warga Jogja tetapi juga bagi para pengungsi yang ada di Pos pengungsian. Meski di sejumlah tempat beberapa relawan atau tim kemanusiaan untuk Merapi membagikan masker secara cuma-cuma, namun tidak semua warga tahu dan tentunya hanya terbatas.

Sejak Merapi memuntahkan Awan panas pada Selasa (26/10) lalu, di mana merenggut nyawa puluhan korban termasuk Mbah Maridjan, Sang juru Kunci, apotek-apotek di kawasan Jalan kaliurang mulai diburu, namun masker-masker di beberapa apotek tersebut kosong. Kesadaran warga akan pentingnya masker saat ini juga masih belum dipahami oleh sebagian warga. Hal ini nampak di beberapa sudut jalan di kawasan jalan kaliurang, masih banyak warga yang tidak menggunakan masker di tengah debu yang menyelimuti jalan dan udara di sekitar pasar Colombo. (holly)

Demokrasi VS Anarkhis

sejumlah tempat di kota JOGJA pagi ini di jaga ketat Polisi…

pulang siaran....lewat kawasan Abu Bakar Ali..polisi udah pada nongkroong..perjalanan berlanjut ke arah kampus UGM..Bundaran UGM mulai diawasi ketat polisi….mau nyampek rumah…depan rumah Pak Wapres, Budiono…juga udah diawasi polisi…sampek rumah…depan rumah ada mobil polisi nangkring depan rumah….

BadalaaaaaaH..ada apa ini….

isu yang beredar di tanggal cantik hari ini..akan ada demo besar-besaraaaan….katanya…bakal ada tragedi Reformasi Jilid 2 ini…benarkah..betulkaaah……tapi klo enggak…gondok juga tuh yg udah pada nongkroong pagi2 gini….

demo…orang Indonesia..kayaknya makin lama makin keluar dari etika demo sebenarnya….di Makassar..

ngapain sich demo pake gontok2an segala..udah sakit....babak beluur....Babak Pertama..Babak Keduaa..<Tinjuu deeh>..meriang..masuk angin..blaaaaaahhh malah Nge-LABA..haahhahah..NGELABA dikiit..gpp..rugi banget….kita boleh menyuarakan aspirasi kita..kita protes pun juga boleeeh…tapi ya..mas..mas..dan mbak..mbak…nggak usah pke kekerasan….kalo emang Pak Beye..mau datang besuk makassar..yaaa..mbook biarin to yoogh….knapa to yaa…kita yang pusing…kunjungan keluar negri di protes..dibilang jalan2 teruuuss..ini giliran mau kunjungan ke daerah..malah ditolaaaak..jadi baiknya apa beliau di suruh angrem aja di istana….

daripada ney..demo pada babak beluurr..mending demo masak ajaaa….

saya siap menjadi jurinya…

demo besar2an di tanggal ini…banyak yang bilang adalah untuk melengserkan SBY-Budiono..sebelum masa jabatan mereka habis di tahun 2014…kalau memang demikian….gak perlulah pkai acara pelengseran gaya Bar-Bar....coba…dimusyawarahkan baik2..inget gak sih pelajaran mengambil keputusan yang pernah diajarin di sekolah…voting, kalo gak bisa yaa di musyawarahkan..kalau gak bisa lagi…berdasarkan suara terbanyaaak ajaaa…dan kekerasan atau gontok-gontokan gak masuk dalam pilihaaann..

generasi muda Indonesia sekarang kalau dipikir-pikir..lebih memahami Ilmu Anarkis daripada ilmu Demokrasi sebenarnya…. Demokrasi VS Anarkhis ….. kayaknya baguss ney…dibuat judul buku….hahahhahaha…

baiklah kita....setiap manusia punya hak untuk bicara..hak untuk protes….tapi..kita tidak berhak untuk merusak fasilitas umum…memang fasilitas umum itu dibuat pake uang kita..red:Rakyat..but, tapi kan gak semua pasti setuju…dengan ulah kekrasan yang kita lakukan…apa gak sayang..merusak apa yg kita miliki juga…yang rugi juga bukan negara kok..tapi masyarakat yang laen….

apalagi kita manusia..makhluk berbudi pekerti….punya akal sehat..punya pikiran yang waras….apalagi yang mahasiswa…kuliah tinggi tapi otaknya isinya cuma anarkhisme….itulah kenapa paham ini gak ada dalam mata kuliah..lawong isinya berantem….isinya ajaran bagaimana gontok-gontokan yang baik dan benar..pada yooo isinya salah kabeh….

semua masalah bisa dibicarakan baik2….emosi itu kayaknya gak perlu deeeh….kalau pada tawuran…pada berantem…pernah gak terpikir ada rakyat kecil yang ikut kena batunya…..padahal megang batunya aja enggak…tapi ikut kena bonyook..dagangannya ikut rusak…..akhirnya bangkruut…

itu hal kecil..yang ada di tengah hal yang besar…..

perasaan aq banyak ngomong yaaaa…tapi begitulah yang kulihat..aq juga anak muda…liat orang2 sebayaku begitu..jadi ikutan kesel..…mereka harusnya jadi contoh…bahwa intelektualitas yang kita..mahasiswa (gtu maksudnya).. miliki itu…merupakan hal yang dicontoh orang lain…kita sekolah tinggi..tapi gak bisa berpikir jernih..tau nya cuma penyelesaian dengan emosi…

Apa kata Dunia cobaaa….

Okai..that’s enough..ini sich cuma selingan..moga kalo ada yang baca…dipikir baik2…TAWURAN dan ANARKHIS bukan merupakan jalan menuju Demokrasi dan Kemakmuran….protes yang benar memang dengan Demo…Tapi Demo juga punya etika…teman-teman….

Namanya juga Demokrasi…bukan Democrazy….

iya toooh…

Siapa Albert Einsten? “Saudara Frankenstein!”

Hasil survey terhadap 2.000 anak mengkhawatirkan. Mereka lebih paham Britney Spears.

VIVAnews — Sebuah survey dilakukan pada 2.000 anak sekolah di Inggris. Hasilnya, mengkhawatirkan. Anak-anak tak tahu fakta-fakta sejarah atau sains. Otak mereka dijejali informasi soal selebritis dan hal remeh-temeh. Satu dari lima anak yang disurvey percaya bahwa tokoh kartun Toy Story, Buzz Lightyear, adalah manusia pertama yang menjejakkan kakinya ke Bulan, bukan astronot Neil Amstrong. Namun, dua pertiga anak berusia 6-12 tahun itu dengan benar mengidentifikasikan malaria sebagai ‘penyakitnya Cheryl Cole’. Mereka juga tahu bahwa David Beckham adalah pemain bola yang baru saja didrop oleh pelatih Fabio, Capello. Penulis buku ‘What on Earth Wallbook’, Christopher Lloyd mengaku prihatin. “Terlihat jelas anak-anak bingung jika ditanya soal sejarah,” kata dia seperti dimuat laman Telegraph, Jumat 8 Oktober 2010. “Neil Amstrong tentunya tidak akan senang jika tahu bahwa mainan plastik dinobatkan jadi manusia pertama yang melangkahkan kaki di bulan.” Kata dia, anak muda sekarang hanya punya sedikit atau bahkan sama sekali tak punya gambaran konteks sejarah. Survey juga menemukan sepertiga anak tidak tahu bahwa Alexander Graham Bell menemukan telepon. Riset ini juga menemukan pengetahuan sains dan angkasa luar yang dimiliki anak-anak memprihatinkan. Sebanyak 11 persen anak pikir Isaac Newton adalah penemu api dan Albert Einstein adalah saudara monster, Frankenstein. Sementara satu dari enam anak pikir Deathstar dalam Film Star Wars adalah planet terjauh dari Bumi. Satu dari 20 anak berpikir tokoh besar Christopher Columbus penemu lipsuction atau sedot lemak, bukan Amerika. Sementara satu dari 10 percaya Rolf Harris adalah pelukis Mona Lisa. Secara visual, tak kalah payahnya. Satu dari enam anak gagal mengidentifikasi foto Presiden Amerika Serikat, Barack Obama. Anak-anak mengira Obama sebagai Mr T dari A-Team atau pembalap F1, Lewis Hamilton. Bahkan ada yang menjawab, “Itu foto Nelson Mandela.” Yang menakutkan mereka lebih paham dunia selebritis dan showbiz. Sebanyak 65 persen anak tahu persis Britney Spears pernah menggunduli rambutnya, dan 55 persen tahu bahwa model, Jordan menikah dua kali. “Sangat mengkhawatirkan anak-anak sekarang lebih peduli dengan selebritis daripada figur-figur berpengaruh dan sejarah yang mengubah dunia.”

+++++++++++

Apa kata dunia coba….

mungkin anak2 Indonesia juga akan lebih paham kalo disuruh jelasin tokoh2 yang ada di film NARUTO, lebih mengenal sejarah Hokage..daripada tokoh2 sejarah Indonesia….atau mereka akan lebih memahami kehidupan artis dibandingkan kehidupan bangsanya…

Film, Infotainment, kartun..merupakan tayangan yang masing2 memiliki kelebihan dan kekurangan….tujuan utama memang menghibur, namun sesungguhnya nilai menghibur itu hanya sebagai pelengkap. tayangan tersebut justru dapat mendidik audiens dengan tayangan visual yang langsung dicerna dan ditangkap oleh otak manusia…

Bagi anak2, pemahaman sejarah di sekolah sudah dianggap tak lagi menarik….anak2 sudah tercemari pengaruh buruk teknologi…

teknologi komunikasi yang semakin canggih dan maju, semakin menggerus mental dan moral anak2 bangsa…walau tidak dapat dipungkiri bahwa Teknologi Komunikasi sangatlah penting dan bermanfaat bagi umat manusia di dunia.. Teknologi telah banyak membantu manusia…manfaat2 positif teknologi telah membuat peradaban manusia semakin maju dan pesat….sisi baik dari teknologi memang jauh lebih menguntungkan..namu di sisi lain dampak yang merugikan umat manusia sesungguhnya nyata dirasakan. Tapi, dampak tersebut justru tertutupi oleh kebaikan-kebaikan yang diberikan teknologi melalui media massa dan teknologi komunikasi lainnya..

secara nyata, dampak buruk adanya teknologi komunikasi banyak menjangkiti anak-anak..namun, secara perlahan dan tidak disadari….semakin anak mengenal teknologi, semakin berkembang pula otak dan cara berpikir mereka…Berawal dari sebuah hiburan, membuat anak secara tidak sadar belajar meng-creat karakternya…

apakah pendidikan di bangku sekolah tidak lagi menarik bagi mereka, apakah pendidikan secara visual melalui media massa jauh lebih menarik bagi mereka…apa perlu yang namanya sekolah TV untuk anak2…

apa yang salah dari sistem pendidikan bangsa ini, bukan hanya INDONESIA tapi juga anak2 di dunia…mereka adalah korban dari kejahatan media. Media mungkin tidak jahat … tujuan media massa selain memberikan informasi adalah menghibur dan mendidik..

Hiburan yang disajikan media massa bagi anak2 secara tidak langsung ikut berperan penting dalam mendidik anak2….film2 kartun dengan karakter tokoh lucu dan menggelikan serta disampaikan dengan bahasa yang mudah dicerna anak2, secara tidak langsung membuat anak2 belajar membentuk karakter dan jati dirinya melalui apa yang mereka pelajari dari tokoh kartun kesayangannya..

Sebagian orang tua kurang memahami perannya sebagai pengawas bagi anak2nya…kecanggihan teknologi juga sudah memanjakan orang tua dan menganggap teknologi sudah menggantikan peran orang tua…

Terlepas dari dampak2 negatif media, tidak dapat dipungkiri, media memiliki peranan penting bagi umat manusia..komunikasi berjalan baik sejak munculnya berbagai macam teknologi…sejarah pun dapat dipelajari dari berbagai media, sejarah dapat dipelajari berbagai kalangan, dan sejarah terukir oleh suatu media dan teknologi komunikasi lainnya….informasi yang tercipta menjadi sejarah juga berkat teknologi komunikasi dan media…

Baiklah, the key is…Manusia haruslah secara bijak menyikapi bagaimana seharusnya teknologi digunakan….dan Anak-anak merupakan sosok rentan yang dapat ter-injeksi pengaruh buruk media…mereka belajar membentuk karakter tentu dari apa yang mereka lihat dan apa yang mereka rasakan….

children can be likened to a sheet of white paper, what is inscribed in ink on the paper to form a sheet of plain paper into a variety of meanings. of course, depends on what we write in the paper.